Makeup yang telah kedaluwarsa sebaiknya tidak digunakan lagi, meskipun warna, aroma, dan teksturnya sekilas masih tampak normal. Seiring waktu, formula produk dapat mengalami penurunan kualitas. Kosmetik yang sering dibuka dan bersentuhan dengan aplikator juga lebih mudah terkontaminasi bakteri atau jamur.
Risikonya tidak selalu terlihat saat produk pertama kali dipakai. Reaksi dapat muncul kemudian dalam bentuk iritasi, jerawat, atau infeksi, terutama jika produk digunakan di sekitar mata dan bibir. Karena itu, masa kedaluwarsa makeup perlu diperiksa bersama kondisi fisik produknya.
Bedakan tanggal kedaluwarsa dan PAO

Tanggal kedaluwarsa menunjukkan batas masa simpan produk, umumnya ketika kemasan belum dibuka. Setelah segelnya dibuka, patokan yang perlu diperhatikan adalah Period After Opening atau PAO.
PAO biasanya ditampilkan melalui simbol stoples terbuka yang disertai angka dan huruf M, misalnya 6M atau 12M. Angka tersebut menunjukkan berapa bulan produk disarankan dipakai sejak pertama kali dibuka. Jadi, produk dengan tanda 6M perlu dievaluasi setelah enam bulan pemakaian, walaupun tanggal kedaluwarsa yang tercetak pada kemasan belum terlewati.
Batas PAO bukan satu-satunya pertimbangan. Produk harus dibuang lebih cepat apabila mengalami perubahan fisik atau disimpan dalam kondisi yang kurang baik.
Perkiraan masa pakai makeup setelah dibuka

Setiap jenis kosmetik memiliki ketahanan berbeda. Produk cair dan krim cenderung lebih cepat berubah dibandingkan produk bubuk atau pensil. Informasi pada kemasan tetap menjadi acuan utama, sedangkan rentang berikut dapat membantu memperkirakan masa pakainya.
| Jenis produk | Perkiraan masa pakai setelah dibuka | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|
| Foundation dan concealer | 6 hingga 18 bulan | Formula cair atau krim dapat berubah lebih cepat, termasuk mengalami pemisahan minyak dan air. |
| Bedak dan blush bubuk | Hingga 24 bulan | Produk bubuk umumnya bertahan lebih lama daripada produk cair. |
| Blush krim | 12 hingga 18 bulan | Masa pakainya lebih pendek daripada blush berbentuk bubuk. |
| Maskara | Sekitar 2 hingga 6 bulan | Aplikator yang keluar-masuk kemasan membuatnya rentan mengumpulkan bakteri. |
| Eyeliner cair atau gel | 3 hingga 6 bulan | Jangan digunakan lebih dari enam bulan setelah dibuka. |
| Eyeliner pensil | Hingga 1 tahun | Bagian permukaan dapat dibuang dengan menyerut pensil secara rutin. |
| Lipstik dan sebagian besar produk bibir | Sekitar 8 hingga 12 bulan | Beberapa lip gloss hanya bertahan sekitar enam bulan. |
| Lip liner pensil | Dapat lebih dari 1 tahun | Ujung yang kotor dapat dibuang dengan cara diserut. |
Maskara perlu mendapat perhatian khusus karena digunakan pada area sensitif dan mempunyai masa pakai relatif singkat. Menambahkan cairan ke dalam maskara yang telah mengering juga tidak mengembalikan keamanan atau kualitas formulanya. Jika kondisinya sudah berubah, pilihan yang lebih aman adalah membuangnya.
Tanda makeup harus segera dibuang

Produk tidak perlu menunggu melewati PAO untuk dibuang. Hentikan pemakaian jika menemukan salah satu perubahan berikut:
- Aromanya berbeda. Bau tengik, menyengat, atau tidak sedap dapat menandakan formula sudah rusak.
- Teksturnya berubah. Produk menjadi kering, keras, menggumpal, terlalu lengket, atau sulit diratakan. Pada foundation cair, minyak dan air dapat terlihat terpisah.
- Warnanya tidak lagi sama. Warna bisa memudar, berubah mencolok, atau menjadi tidak merata. Foundation dan concealer, misalnya, dapat tampak lebih oranye.
- Muncul jamur atau bintik asing. Bercak pada permukaan lipstik maupun kemasannya, serta titik putih pada eyeliner pensil, merupakan alasan untuk langsung membuang produk.
Jangan mencoba mengambil atau membersihkan bagian yang terlihat rusak lalu memakai sisanya. Perubahan yang tampak di permukaan tidak menunjukkan seberapa jauh kontaminasi telah terjadi di dalam produk.
Apa risikonya bagi kulit, mata, dan bibir?

Makeup yang rusak atau tercemar dapat menyebabkan masalah berbeda, bergantung pada jenis produk dan area pemakaiannya. Maskara serta eyeliner lama dapat memicu mata merah, gatal, berair, konjungtivitis, atau bintitan.
Pada kulit wajah, minyak yang telah rusak dan terpisah dapat menyumbat pori-pori serta memicu acne cosmetica. Reaksi lain yang mungkin terjadi meliputi ruam, kulit bersisik, peradangan, sensasi panas atau terbakar, dermatitis kontak, eksim, bisul, hingga infeksi kulit seperti selulitis.
Produk bibir yang telah terpapar virus herpes simpleks-1 juga dapat menjadi sarana penularan herpes oral. Gejalanya dapat berupa bengkak dan gatal di sekitar mulut, bibir, atau gusi. Risiko inilah yang membuat berbagi lipstik, lip balm, maskara, dan kosmetik lain dengan orang lain tidak dianjurkan.
Cara menjaga kosmetik tetap aman digunakan

Cara sederhana untuk memantau masa kedaluwarsa makeup adalah menuliskan tanggal pertama kali kemasan dibuka. Gunakan spidol permanen pada botol atau tempelkan label kecil agar batas PAO tidak hanya mengandalkan ingatan.
- Simpan kosmetik di tempat sejuk, kering, gelap, dan dalam kondisi tertutup rapat.
- Hindari kamar mandi yang lembap serta mobil yang dapat mengalami perubahan suhu ekstrem.
- Bersihkan kuas, spons, dan aplikator secara rutin agar kotoran serta kuman tidak berpindah ke produk.
- Jangan berbagi kosmetik dengan orang lain, terutama produk untuk mata dan bibir.
Jika tanggal pembukaan sudah tidak diketahui dan produk mulai menunjukkan perubahan, jangan mengambil risiko hanya karena isinya masih banyak. Mengganti kosmetik lebih aman daripada terus menggunakannya sampai muncul keluhan pada kulit, mata, atau bibir.



