Cara menutupi bekas jerawat menjadi kebutuhan banyak orang, terutama saat noda hitam sulit tersamarkan dengan foundation biasa. Bekas jerawat hitam sering membuat warna kulit terlihat tidak merata, bahkan abu-abu saat tertutup makeup tebal. Teknik color correcting hadir sebagai solusi rapi karena bekerja menetralkan warna, bukan menumpuk produk. Metode ini membantu hasil makeup terlihat natural tanpa lapisan berat.
Teknik ini memanfaatkan prinsip warna berlawanan pada roda warna. Warna tertentu mampu menetralkan kemerahan atau kehitaman sebelum ditimpa produk warna kulit. Dengan cara menutupi bekas jerawat menggunakan color corrector, kamu bisa menghemat produk dan menjaga tekstur kulit tetap terlihat.
Memahami Color Correcting untuk Bekas Jerawat

Color correcting bekerja dengan konsep penyeimbang warna. Noda hitam bekas jerawat biasanya memiliki dasar ungu atau kebiruan. Jika langsung ditutup concealer terang, hasilnya sering tampak abu-abu.
Warna oranye atau peach berfungsi menetralkan warna gelap tersebut. Setelah warna dinetralkan, concealer skin-tone akan menyatu lebih baik. Inilah alasan teknik ini efektif sebagai cara menutupi bekas jerawat tanpa efek dempul.
Persiapan Kulit Sebelum Makeup
Persiapan kulit menentukan keberhasilan color correcting. Kulit yang kering membuat korektor mudah pecah dan bergeser. Kulit berminyak tanpa persiapan membuat produk cepat luntur.
Gunakan pembersih lembut lalu pelembap sesuai jenis kulit. Tambahkan sunscreen tipis untuk perlindungan harian. Primer membantu meratakan tekstur agar korektor menempel lebih stabil.
Memilih Warna Color Corrector yang Tepat
Tidak semua noda membutuhkan warna yang sama. Kesalahan memilih warna justru membuat bekas jerawat makin terlihat.
Berikut panduan singkat pemilihan warna korektor:
| Jenis Masalah Kulit | Warna Corrector | Fungsi Utama |
|---|---|---|
| Bekas jerawat hitam | Oranye / Peach | Menetralkan warna gelap |
| Bekas jerawat merah | Hijau | Menyamarkan kemerahan |
| Mata panda kebiruan | Peach tua | Menghindari efek abu-abu |
| Kulit kusam kekuningan | Lavender | Menyeimbangkan rona |
Pemilihan warna yang tepat adalah kunci cara menutupi bekas jerawat secara efektif.
Teknik Aplikasi Color Corrector yang Benar
Gunakan corrector dalam jumlah sangat sedikit. Totolkan hanya di area bekas jerawat, bukan seluruh wajah. Gunakan jari manis, kuas kecil, atau spons mini.
Tepuk perlahan tanpa digeser agar lapisan bawah tidak terangkat. Diamkan beberapa detik hingga corrector setengah mengering. Langkah ini mencegah warna bercampur saat ditimpa concealer.
Aplikasi Concealer Agar Tidak Abu-Abu
Pilih concealer yang sesuai warna kulit, bukan lebih terang. Ambil produk secukupnya di punggung tangan. Aplikasikan tipis di atas area yang sudah dikoreksi.
Baurkan tepi luar concealer agar menyatu dengan kulit sekitar. Hindari menekan terlalu keras. Teknik ini menjaga hasil tetap natural dan mendukung cara menutupi bekas jerawat tanpa garis tebal.
Mengunci Makeup Supaya Tahan Lama

Gunakan bedak tabur tipis dengan teknik tap. Fokuskan hanya pada area yang sudah dikoreksi. Terlalu banyak bedak membuat tekstur terlihat kasar.
Jika diperlukan, semprotkan setting spray ringan. Produk ini membantu menyatukan lapisan makeup dan menjaga warna tetap stabil. Langkah ini penting agar cara menutupi bekas jerawat bertahan sepanjang hari.
Kesalahan Umum Saat Menutupi Bekas Jerawat
Banyak orang langsung menutup noda dengan foundation tebal. Cara ini justru memperjelas tekstur dan warna abu-abu. Kesalahan lain adalah menggeser corrector saat blending.
Menggunakan concealer terlalu terang juga sering terjadi. Warna terang di atas noda gelap menciptakan efek ashy. Hindari kesalahan ini agar hasil tetap halus.

Tips Tambahan agar Hasil Lebih Natural
Gunakan pencahayaan alami saat aplikasi makeup. Cahaya kuning sering menipu warna. Lakukan flash test sederhana sebelum keluar rumah.
Jika bekas jerawat banyak, fokuskan koreksi hanya di area perlu. Tidak semua bagian wajah butuh coverage tinggi. Cara menutupi bekas jerawat yang tepat justru terlihat ringan.

